MIFJANAHGANDOL – Unduh Materi Rapat Koordinasi Asesmen Nasional Tahun 2022 – Visi Pendidikan Indonesia adalah Meujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian malalui terciptanya Pelajar Pancasila yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, bernalar kritis, kreatif, mandiri, bergotong royong, dan berkebinekaan global.

Asesmen Nasional (AN) untuk memantau dan mengevaluasi sistem pendidikan jenjang dasar dan jenjang menengah. Prestasi murid dievaluasi oleh pendidik dan satuan pendidikan.

Kebijakan Asesmen Nasional.

  1. AN dilaksanakan disemua sekolah/madrasah dan program pendidikan kesetaraan;
  2. AN dilaksanakan setiap tahun dan dilaporkan pada setiap sekolah/madrasah dan pemda;
  3. Evaluasi kinerja tidak hanya berdasarkan skor rerata tepi juga perubahan skor atau trend dari satu tahun ketahun berikutnya;
  4. AN hanya diikuti sebagian (sampel) murid yang dipilihsecara acak dari kelas 5, 8, dan 11 di setiapsekolah/madrasah.

Hasil dan/atau dampak yang diharapkan.

  1. Pemetaan dan potret mutu SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA disemua daerah;
  2. Kinerja sistem terpantau secara berkala, dan hasil ANdigunakan untuk evaluasi diri;
  3. Evaluasi kinerja diyakini lebih adil karenamemperhitungkan posisi awal yang beragam, danmendorong orientasi pada perbaikan, buka pada perbandingan antar sekolah/madrasah/daerah;
  4. Menegaskan bahwa AN bukan evaluasi individu, dan tidakmenambah beban murid kelas 6, 9, dan 12.

Asesmen Nasional (AN adalah evaluasi sistem pendidikan, bukan penilaian terhadap murid, guru, atau kepala sekolah/madrasah sebagai individu. AN dirancang untuk mendorong dan memfasilitasi perbaikan kualitas pembelajaran.

Asesmen Nasional memetakan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program kesetaraan jenjang pendidikan dasar dan menengah. Memotret kualitas input, proses dan hasil belajar yang mencerminkan kinerja sekolah sebagai umpan balik berkala bagi manajemen sekolah, dinas pendidikan, kemanag dan Kemdikbud.

BACA JUGA:   Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Madrasah Materi Pembinaan Sarana Prasarana Ruang Kelas

AN menggantikan model evaluasi pendidikan yang cenderung administratif, terfragmentasi, dan kurang mendorong perbaikan kualitas pembelajaran. AN mengurangi administrasif guru dan kepala sekolah yang sebelumnya harus melengkapi penilaian yang terpisah- pisah, tumpang tindih, dan berulang (tidak efisien).

Target dan Indikator Kinerja Pencapaian Standar Pelayanan Minimal baik tingkat Provinsi maupun tingkat Kabupaten/Kota sesuai Permendagri No. 59 Tahun 2021 Tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal adalah sebagai berikut:

Atribut Platform Rapor Pendidikan.

Atribut Platform Rapor Pendidikan Satuan Pendidikan

Hasil AKM pada AN, Memetakan kompetensi murid ke dalam 4 tingkat:

Tingkat Kompetensi Literasi Membaca.

1. Perlu Intervensi Khusus.

Murid belum mampu menemukan dan mengambil informasi eksplisit yang ada dalam teks ataupun membuat interpretasi sederhana.

2. Dasar.

Murid mampu menemukan dan mengambil informasi eksplisit yang ada dalam teks serta membuat interpretasi sederhana.

3. Cakap.

Murid mampu membuat interpretasi dan informasi implisit yang ada dalam teks, mampu membuat simpulan dari hasil integrasi beberapa informasi dalam suatu teks.

4. Mahir.

Murid mampu mengintegrasikan beberapa informasi lintas teks, mengevaluasi isi, kualitas, cara penulisan sesuatu, dan bersikap reflektif terhadap isi teks.

Tingkat Kompetensi Numerasi.

1. Perlu Intervensi Khusus.

Murid hanya memiliki pengetahuan matematika yang terbatas. Murid menunjukkan penguasaan konsep yang parsial dan keterampilan komputasu yang terbatas.

2. Dasar.

Murid memiliki keterampilan dasar matematika: komputasu dasar dalam bentuk persamaan langsung, konsep dasar terkait geometri dan statistika, serta menyelesaikan masalah matematika sederhana yang rutin.

3. Cakap.

Murid mampu mengaplikasikan pengetahuan matematika yang dimiliki dalam konteks yang lebih beragam.

4. Mahir.

Murid mampu bernalar untuk menyelesaikan masalah kompleks serta non-rutin berdasarkan konsep matematika yang dimilikinya.

BACA JUGA:   Surat Edaran Menpan RB tentang Pendataan Tenaga Non ASN

Informasi apakah yang akan diperoleh satuan pendidikan dari hasil AKM?

Berikut di bawah ini adalah Indeks Literasi Numerasi (Skala 1.00-3.00)

Satuan Pendidikan dikategorikan sebagai mencapai kompetensi minimum jika nilai index >=1.8

Contoh membangun Kompetensi Literasi Membaca

  1. Murid di tingkat Perlu Intervensi Khusus masih kesulitan untuk memahami resep secara utuh. Murid diasah kemampuan literasi membacanya tidak hanya dengan membuat cireng, namun juga membuat catatan singkat/rangkuman sederhana mengenai cara membuat cireng berdasarkan resep dari guru.
  2. Murid di tingkat Dasar sudah memapu memahami konsep, namun belum memiliki pemahaman yang komprehensif. Murid pada tingkat ini selain membuat cireng dapat ditugaskan membuat catatan singkat/rangkuman cara membuat cireng yang disertai dengan penanda bagian penting atau bagian yang dapat dimodifikasi pada saat membuat cireng.
  3. Murid di tingkat Cakap sudah memahami secara komprehensif isi resep, namun belum mampu merefleksi dan mengevaluasi. Murid dapat diberi kebebasan untuk memodifikasi resep/cara membuat cireng, kemudian ditugaskan untuk membuat laporan perbandingan antara cara membuat cireng dengan resep hasil modifikasi dan resep dari guru.
  4. Murid di tingkat Mahir sudah mampu mengevaluasi dan merefleksi resep guru. Murid di tingkat ini sebelum membuat cireng ditugaskan untuk mencari resep cireng lainnya, membandingkan resep-resp, kemudian memutuskan langkah-langkah pembuatan cireng yang akan dijadikan resep untuk dipraktikkan. Hasil telaah beberapa resep tersebut dilaporkan beserta alasan pengambilan keputusan dalam membuat cireng.

Kebijakan AN Tahun 2022

Terdapat beberapa penyempurnaan kebidajan pada POS AN Tahun 2022.

Kebijakan

  1. AN Susulan tahun 2022 dilaksanakan pada tahun yang sama
  2. Pelibatan Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Provinsi pada Pelaksanaan AN Tingkat Provinsi.

Kepesertaan

  1. Penjelasana terkain peserta didik SLB dan sekolah inklusi: (a). Tunarungu dan tunadaksa; tidak memiliki ketunaan tambahan; Hambatan bahasa/membaca; dan dapat mengerjakan mandiri, (b) Peserta didik yang memiliki hambatan bahasa/membaca tidak mengikuti AN.
  2. Tidak ada penggantian peserta didik yang dipilih setelah Daftar Nominasi Tetap (DNT) diterbitkan.
  3. BAB khusus pelaksanaan Sulingjar untuk Kepsek dan Pendidik: (a) Persiapan pelaksanaan meliputi penyiapanaplikasi dan pendataan; (b) Prosedur pengisian sulingjar; (c) Waktu pelaksanaan sulingjar.
  4. Kepsek dan Pendidik yang bertugas pada satu atau lebih dari satu satuan pendidikan, dengan meiliki NPSN berbeda, mengisi Sulingjar di setiap satuan pendidikan tempat yang bersangkutan bertugas.
  5. Pelaksanaan AN jenjang SD/MI/PKPPS Ula sederajat: (a) Pelaksanaan AN menjadi 3 sesi dan pengurangan waktu latihan (60′ menjadi 15′); (b) Pengawas dibekali daftar istilah (glosarium) dan buku petunjuk (manual book); (c) Penambahan waktu untukSurvei Karakter (20′ menjadi 30′) dan Sulingjar (20′ menjadi 40′).
  6. Penambahan waktu pelaksanaan AN pendidikan kesetaraan pada hari sabtu & minggu di setiap waktu masing-masing jenjang pendidikan
BACA JUGA:   Buku Panduan Capaian Hasil Asesmen Nasional untuk Satuan Pendidikan

Selengkapnya Materi Rapat Koordinasi Asesmen Nasional Tahun 2022 dapat di download melalui link di bawah ini.

Demikian, semoga bermanfaat.

Jika Bapak/Ibu ingin mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website kami, silakan dapat klik IKUTI pada halaman kami MIFJANAHGANDOL

Ingin mendapatkan Informasi Terbaru setiap hari dari kami, silakan>>

Protected by Copyscape

By admin