MIFJANAHGANDOL – Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Madrasah Materi Pembinaan Sarana Prasarana Ruang Kelas – Dalam konteks pendidikan sarana dan prasarana dipergunakan untuk dipergunakan dalam pelaksanaan pendidikan secara umum maupun dipergunakan secara khusus untuk pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari definisi mengenai sarana dan prasarana yang dikemukakan beberapa ahli berikut:

Sarana adalah alat yang secara langsung dapat mendukung tercapainya tujuan pendidikan, misalnya ruang, buku, perpustakaan, laboratorium dan sebagainya sedangkan prasarana adalag alat yang tidak secara langsung dapat mendukung tercapainya tujuan seperti lokasi/tempat, lapangan olahraga, uang dan sebagainya (Daryanto dalam Syafaruddin dkk, 2016:156)

Senada dengan penjelasan Daryanto, Mulyasa (2003:49) menjelaskan sarana adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar-mengajar seperti gedung, ruang kelas, meja, kursi, serta alat-alat dan media pengajaran. Sedangkan prasarana adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan atau pengajaran seperti halaman, kebun atau taman sekolah, jalan menuju sekolah. Namun jika prasarana tersebut dimanfaatkan secara langsung untuk pengajaran misalnya pengajaran Biologi maka halaman sekolah, kebun atau taman sekolah tersebut merupakan sarana pendidikan.

Senada dengan penjelasan Bafadal di atas, Syafaruddin dkk (2016:156) menyatakan bahwa sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan dan perabotan yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, sedangkan prasarana pendidikan adalah semua peralatan perlengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah.

Berdasarkan pemaparan di atas dapatlah dipahami bahwa sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki suatu lembaga pendidikan merupakan bagian dari upaya pencapaian tujuan pendidikan secara umum dan tujuan pembelajaran secara khusus berlangsung secara efektif dan efisien.

BACA JUGA:   Twibbon Memperingati Hari Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar)

Dengan demikian dapatlah dipahami bahwa sarana dan prasarana pada dasarnya merupakan elemen penting yang mendukung dan memfasilitasi seluruh rencana sekolah dapat dilaksanakan.

Di dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2007 tentang Sarana dan Prasarana Pendidikan dijelaskan sebagai berikut:

1. Sarana dan prasarana pendidikan untuk tingkat dasar (SD/MI).

  • Ruang kelas.
  • Ruang perpustakaan.
  • Laboratorium IPA.
  • Ruang pimpinan (kepala sekolah/madrasah)
  • Ruang guru.
  • Tempat beribadah.
  • Ruang UKS.
  • Jamban.
  • Gudang.
  • Ruang sirkulasi.
  • Tempat bermain/berolahraga.

2. Sarana dan prasarana pendidikan untuk tingkat menengah pertama (SMP/MTs).

  •  Ruang kelas.
  • Ruang perpustakaan.
  • Ruang laboratorium IPA.
  • Ruang pimpinan.
  • Ruang guru.
  • Ruang tata usaha.
  • Tempat beribadah
  • Ruang konseling.
  • Ruang UKS.
  • Ruang organisasi kesiswaan.
  • Jamban.
  • Gudang.
  • Ruang sirkulasi.
  • Tempat bermain/berolahraga.

3. Sarana dan prasarana pendidikan untuk tingkat menengah atas (SMA/MA).

  • Ruang kelas.
  • Ruang perpustakaan.
  • Ruang laboratorium Biologi.
  • Ruang laboratorium Fisika.
  • Ruang laboratorium Kimia.
  • Ruang laboratorium Komputer.
  • Ruang laboratorium Bahasa,
  • Ruang pimpinan,
  • Ruang guru,
  • Ruang tata usaha,
  • Tempat beribadah,
  • Ruang konseling,
  • Ruang UKS,
  • Ruang organisasi kesiswaan,
  • Jamban.
  • Gudang.
  • Ruang sirkulasi.
  • Tempat bermain/berolahraga.

Prasrana minimum yang harus ada pada suatu SD adalah: ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang laboratorium IPA, ruang kepala sekolah (pimpinan), ruang guru, ruang UKS, ruang sirkulasi, tempat beribadah, jamban, gudang, dan tempat bermain/berolahraga. Pada setiap prasarana tersebut harus dilengkapi dengan sejumlah sarana pendukungnya.

Ruang kelas adalah ruang yang berfungsi sebagai tempat kegiatan pembelajaran teori dan praktik yang tidak memerlukan peralatan khusus dan/atau dengan peralatan khusus yang mudah dihadirkan. Banyak ruang kelas di suatu SD minimum sesuai dengan banyak rombongan belajar, kapasitas maksimum 28 peserta didik, rasio minimum 2 m2/peserta didik dan untuk rombongan belajar kurang dari 15 orang luas ruang kelas minimum 30 m2 dan lebarnya 5 m, memiliki fasilitas yang memungkinkan pencahayaan yang memadai untuk membaca buku dan untuk memberikan pandangan ke luar ruangan, memiliki pintu yang memadai sehingga memudahkan peserta didik dan guru keluar ruangan jika terjadi bahaya dan dapat dikunci dengan baik ketika tidak digunakan.

BACA JUGA:   Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Madrasah Materi Pembinaan Kerjasama Dengan Komite Madrasah

Ruang kelas dilengkapi dengan sarana dan beberapa komponen kelas sebagai berikut:

  1. Meja Guru
  2. Kursi Guru
  3. Bangku Siswa
  4. Meja Siswa
  5. Absensi Siswa
  6. Jurnal Kelas
  7. Daftar Inventaris Ruang
  8. Gambar Presiden/Wakil Presiden
  9. Lambang NKRI (Gambar Pancasila)
  10. Daftar Pengurus Kelas
  11. Daftar Kelompok Belajar
  12. Daftar Piket Kelas
  13. Daftar Kelompok 7K
  14. Alat Kebersihan
  15. Alat Bantu KBM (Penggaris,dll)
  16. Fasilitas Untuk Pajangan Produk Pembelajaran

Dalam konteks pengawasan satuan pendidikan, dimensi perbaikan lebih ditonjolkan dibanding dimensi penilaian semata. Hal ini karena proses pendidikan tidak dapat disamakan dengan proses produksi barang/jasa dalam sebuah perusahaan atau penyelesaian pekerjaan pada sebuah proyek.

Pendidikan mengolah (mentransformasikan) manusia untuk berubah dan bertambah dari segi pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki, sehingga sifatnya lebih abstrak dan tidak mudah diukur secara utuh. Dengan demikian pengawasan yang dilakukan oleh pengawas pendidikan lebih bersifat pembinaan dan bimbingan yang ditujukan pada perbaikan pelaksanaan.

Meski pun demikian, dalam sebuah pengawasan tetap diperlukan adanya instrumen yang disusun dari standar atau kriteria yang ditetapkan. Justru dalam pendidikan yang abstrak itu, melalui instrumen pengawasan target penyelenggaraan dan pelaksanaan pendidikan menjadi observable dan measurable (dapat diamati dan diukur). Di sinilah diperlukan kemampuan pengawas satuan pendidikan untuk menyusun atau mengembangkan instrumen pengawasan sebagaimana dimaksud.

Pengawas profesional adalah pengawas sekolah yang melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial serta kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dengan optimal. Selain itu untuk meningkatkan profesionalisme pengawas sekolah maka perlu dilaksanakan pengembangan profesi secara berkelanjutan dengan tujuan untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks dan untuk lebih mengarahkan sekolah ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional yang efektif, efisien dan produktif.

BACA JUGA:   Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Madrasah Materi Pembinaan Supervisi Akademik oleh Kepala Madrasah

Download Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Madrasah Materi Pembinaan Sarana Prasarana Ruang Kelas

Selengkapnya File Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Madrasah Materi Pembinaan Sarana Prasarana Ruang Kelas, dapat di Download melalui link di bawah ini:

Demikian, semoga bermanfaat.

Jika Bapak/Ibu ingin mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website kami, silakan dapat klik IKUTI pada halaman kami MIFJANAHGANDOL

Ingin mendapatkan Informasi Terbaru setiap hari dari kami, silakan>> 

Protected by Copyscape

By admin