MIFJANAHGANDOL – Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Madrasah Materi Pembinaan Pengelolaan Sarana – Proses pengelolaan sarana prasarana terdiri dari perencanaan, pengadaan, penyimpanan, inventaris, pemeliharaan, penghapusan dan pengawasan. Prinsip pengelolaan adalah pencapaian tujuan, efisiensi, administratif, kejelasan tanggung jawab dan kekohesifan.

Pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan merupakan kegiatan menata, mulai dari merencanakan kebutuhan, pengadaan, inventarisasi, penyimpanan, pemeliharaan, penggunaan dan penghapusan serta penataan lahan, bangunan, perlengkapan, dan perabot madrasah secara tepat guna dan sasaran.

Untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap diperlukan oleh semua personel sekolah. Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan

  1. Perencanaan.
  2. Pengadaan.
  3. Inventarisasi.
  4. Penyimpanan.
  5. Penataan.
  6. Penggunaan.
  7. Pemeliharaan.
  8. Penghapusan.

Dalam pendidikan, sarana dan prasarana sangat penting karena dibutuhkan. Sarana dan prasarana pendidikan dapat berguna untuk menunjang penyelenggaraan proses belajar mengajar, baik secara lansung maupun tidak lansung dalam suatu lembaga dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.

Sarana dan prasarana yang telah ada harus dikelola dengan baik agar terjaga dan tetap berjalan sesuai fungsi yang seharusnya, karena yang dijaga akan optimal dan menunjang pembelajaran menjadi lebih baik dan mudah. Dalam menjaga sarana dan prasarana semua anggota yang ada disekolah harus ikut andil dalam menjaganya.

Pada umumnya kepala sekolah/madrasah memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin di bidang pengajaran, pengembangan kurikulum, administrasi kesiswaan, administrasi personalia staf, hubungan masyarakat, administrasi school plant, dan perlengkapan serta organisasi sekolah.

Sarana dan prasarana merupakan salah satu sumber daya pendidikan yang perlu dan penting untuk dikelola dengan baik serta merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari manajemen pendidikan. Sarana dan prasarana pendidikan ini tidak boleh diabaikan karena, dengan adanya sarana dan prasarana tersebut dapat mempermudah dalam program kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif dan efesien.

BACA JUGA:   Instrumen Pengukuran Kinerja Guru Pelaksanaan Pembelajaran melalui Observasi Kelas

Kepala sekolah/madrasah sangat berperan dalam mengelola sarana dan prasaran penddikan guna untuk menciptakan sebuah sekolah yang berkualitas. Pengelolaan sarana dan prasarana sangat penting karena dengan adanya pengelolaan sarana dan prasarana lembaga pendidikan akan terpelihara dan jelas kegunaanya. Dalam pengelolaan pihak sekolah harus dapat bertanggung jawab terhadap sarana dan prasarana, terutama kepala sekolah/madrasah yang berperan langsung menangani sarana dan prasarana tersebut.

Kepala sekolah/madrasah harus memiliki kemampuan dalam pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan yaitu kemampuan dalam mengembangkan, memberdayakan, memelihara, serta mengawasi, sehingga melalui sarana dan prasarana yang ada diharapkan akan mampu memberi dukungan yang sangat kuat di dalam mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan di sekolah tersebut.

Kepala sekolah/madrasah harus mampu melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan. Pengawasan dan pengendalian merupakan kontrol agar pendidikan di madrasah terarah pada tujuan yang telah ditetapkan. Pengawasan dan pengendalian juga merupakan tindakan preventif untuk mencegah agar para tenaga kependidikan tidak melakukan penyimpangan dan lebih berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaannya.

Sebagaimana lazimnya sebuah organisasi, sekolah/madrasah tentu saja dituntut memiliki sarana dan prasarana organisasi. Pemilikan sarana dan prasaran organisasi itu, merupakan bagian dari upaya pencapaian tujuan agar berlangsung secara efektif dan efesien. Sarana dan prasaran pada dasarnya menjadi faktor pendukung utama yang memungkinkan seluruh rencana organisasi sekolah/madrasah dapat dilaksanakan. Namun demikian dalam kenyataannya, sarana dan prasarana selalu tidak terpenuhi oleh sekolah/madrasah, hal ini terjadi karena krtiadaan sumber daya yang memadai, sehingga kebutuhan terhadap saran dan prasarana tidak terpenuhi secara utuh. Hal inilah yang cenderung berimplikasi negatif bagi sebuah sekolah/madrasah dalam melaksanakan seluruh programnya.

Dalam konteks manajemen sekolah/madrasah, terdapat beberapa tradisi yang salah dalam menyikapi kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan guna mencapai tujuan sekolah tersebut.Perlengkapan sekolah, atau juga sering disebut juga dengan fasilitas sekolah, dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu, sarana pendidikan dan prasarana pendidikan.

BACA JUGA:   Pendaftaran Pelaksanaan PPG Dalam Jabatan Tahun 2022

Beberapa komponen yang perlu disediakan atau tersedian dan menjadi pegangan bagi kepala sekolah/madrasah dalam rangka pengelolaan sarana di sekolah antara lain:

  1. Buku Inventaris
  2. Buku Noninventaris
  3. Buku Golongan Barang
  4. Buku Penerimaan
  5. Buku Stok Barang
  6. Buku Pengeluaran Barang
  7. Buku Peminjaman Barang
  8. Buku Penghapusan Barang
  9. Buku Catatan Barang Rusak

Dalam konteks pengawasan satuan pendidikan, dimensi perbaikan lebih ditonjolkan dibanding dimensi penilaian semata. Hal ini karena proses pendidikan tidak dapat disamakan dengan proses produksi barang/jasa dalam sebuah perusahaan atau penyelesaian pekerjaan pada sebuah proyek.

Pendidikan mengolah (mentransformasikan) manusia untuk berubah dan bertambah dari segi pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki, sehingga sifatnya lebih abstrak dan tidak mudah diukur secara utuh. Dengan demikian pengawasan yang dilakukan oleh pengawas pendidikan lebih bersifat pembinaan dan bimbingan yang ditujukan pada perbaikan pelaksanaan.

Meski pun demikian, dalam sebuah pengawasan tetap diperlukan adanya instrumen yang disusun dari standar atau kriteria yang ditetapkan. Justru dalam pendidikan yang abstrak itu, melalui instrumen pengawasan target penyelenggaraan dan pelaksanaan pendidikan menjadi observable dan measurable (dapat diamati dan diukur). Di sinilah diperlukan kemampuan pengawas satuan pendidikan untuk menyusun atau mengembangkan instrumen pengawasan sebagaimana dimaksud.

Pengawas profesional adalah pengawas sekolah yang melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial serta kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dengan optimal. Selain itu untuk meningkatkan profesionalisme pengawas sekolah maka perlu dilaksanakan pengembangan profesi secara berkelanjutan dengan tujuan untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks dan untuk lebih mengarahkan sekolah ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional yang efektif, efisien dan produktif.

Download Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Madrasah Materi Pembinaan Pengelolaan Sarana

BACA JUGA:   Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Madrasah Materi Pembinaan Pembiayaan

Selengkapnya File Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Madrasah Materi Pembinaan Pengelolaan Sarana, dapat di Download melalui link di bawah ini:

Demikian, semoga bermanfaat.

Jika Bapak/Ibu ingin mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website kami, silakan dapat klik IKUTI pada halaman kami MIFJANAHGANDOL

Ingin mendapatkan Informasi Terbaru setiap hari dari kami, silakan>> 

Protected by Copyscape

 

By admin