MIFJANAHGANDOL – Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Madrasah Materi Pembinaan Hubungan Masyarakat – Kepala Madrasah berperan sebagai penanggung jawab, pembina, dan pengarah bidang Hubungan Masyarakat (Humas) dalam melaksanakan urusan kehumasan, yang tugasnya antara lain:

  1. Memberikan arahan secara umum tentang peran, tugas, dan fungsi bidang hubungan masyarakat (humas) di madrasah;
  2. Memberikan arahan dan pembinaan secara manajerial terhadap sistem manajemen dan aktivitas kehumasan madrasah;
  3. Memberikan arahan dan pembinaan tentang strategi menjalankan aktifitas kehumasan di madrasah;
  4. Melakukan supervisi dan koordinasi secara terintegrasi terhadap kegiatan kehumasan madrasah;
  5. Melakukan evaluasi secara reguler tentang kinerja bidang hubungan masyarakat (humas) madrasah dalam melaksanakan kegiatan

Disamping tugas-tugas pokok bidang kehumasan tersebut di atas, ada beberapa tugas tambahan diantaranya:

  • Mengatur dan mengembangkan hubungan dengan Komite dan peran,
  • Menyelenggarakan kegiatan bakti sosial;
  • Menghimpun informasi masuk tentang regulasi yang terkait dengan madrasah;
  • Menyusun dan menginformasikan agenda kegiatan;
  • Menyusun dan menginformasikan agenda kegiatan madrasah;
  • Menyelenggarakan dan atau berpartisipasi dalam Pameran Hasil Pendidikan yang diselenggarkan oleh Kementerian Agama atau instansi;
  • Menjalin kerjasama antara madrasah dengan sekolah/madrasah lainnya, masyarakat, stakeholder, dan atau dunia usaha;
  • Mengkoordinasikan segala aspek dari setiap urusan/bidang yang akan diinformasikan kepada orang tua/wali atau dinas instansi lain baik negeri maupun swasta;
  • Menyelenggarakan program kegiatan dalam rangka menjalin hubungan baik dengan para alumni (baik siswa maupun mantan guru-karyawan);
  • Menyelenggarakan program kegiatan dalam rangka menjalin hubungan baik dengan para alumni (baik siswa maupun mantan guru-karyawan);
  • Mengkoordinir pelayanan terhadap tamu dinas, yang berkepentingan dengan Kepala Madrasah, guru, siswa dan warga madrasah;
  • Menunjuk guru dan atau staf untuk menjadi notulis dalam rapat dinas dan rapat madrasah lainnya serta mempersiapkan/menyimpan buku notulen;
  • Mempublikasikan kegiatan dan kondisi madrasah melalui website madrasah dan atau media sosial lainnya;
  • Membuat konsep-konsep surat dinas dan surat-surat lainnya yang berhubungan dengan urusan kehumasan serta;
  • Berkoordinasi dengan Waka Kesiswaan guna membantu menyelenggarakan program kegiatan study tour dan atau studi lapangan;
  • Berkoordinasi dengan waka Kurikulum untuk menentukan kelayakan suatu lembaga pendidikan lain mengadakan try out atau presentasi di dalam kelas; dan
  • Menyusun laporan dan mempertanggungjawabkan secara periodik.
BACA JUGA:   Surat Pengumuman Tentang Perubahan Alamat Akses SIPDAR-PQ

Hubungan sekolah dengan masyarakat sangat berperan dalam membantu keefektifan tugas-tugas dalam organisasi. Hubungan masyarakat bersama-sama mencari dan menemukan kepentingan organisasi yang mendasar dan menginformasikan kepada semua pihak yang terkait dalam meningkatkan citra organisasi. Manajemen hubungan sekolah dan masyarakat merupakan kegiatan melakukan hubungan kepada para stakeholder dalam rangka publikasi atau pencitraan sekolah. Kegiatan ini secara substansi dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah. Kegiatan tersebut pada dasarnya untuk mempublikasikan program sekolah kepada masyarakat. Bentuk kegiatan dapat dilakukan melalui pertemuan atau rapat dengan orang tua, pameran sekolah, bulletin sekolah, dan lain-lain.

Beberapa karakteristik dari perencanaan madrasah yang baik yang dikemukakan oleh Wiyani (2019: 81), diantaranya:

  1. Perencanaan sekolah disusun dengan melibatkan seluruh warga pendidikan.
  2. Perencanaan sekolah disusun sesuai dengan keinginan, kebutuhan, dan harapan-harapan warga pendidikan.
  3. Perencanaan sekolah disusun berdasarkan hasil kajian, terhadap kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dihadapi oleh sekolah.
  4. Perencanaan sekolah memiliki relevansi dengan tujuan dan fungsi pendidikan nasional.
  5. Perencanaan sekolah memiliki relevansi dengan kurikulum yang sedang dilakukan oleh pemerintah.
  6. Perencanaan sekolah tersusun secara sistematis, rasional, empirik, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Perencanaan merupakan upaya untuk menentukan program kegiatan yang ingin
dilakukan serta bagaimana cara mencapai tujuan organisasi. Perencanaan sebagai suatu proses mempersiapkan sesuatu yang akan dilakukan dan selanjutnya untuk meraih tujuan yang sudah disepakati.

Dalam perencanaan humas, humas menetapkan tujuan dan menyusun program kerja humas dengan membuat konsep dan mengkomunikasikan melalui rapat internal yaitu dengan kepala madrasah, komite madrasah, wakil-wakil kepala madrasah, serta guru-guru madrasah terkait.

Dalam melaksanakan program humas terdapat dua prosedur yang dilakukan yaitu partisipasi semua pihak, baik pihak internal madrasah (kepala madrasah, guru, staf, dan siswa) dan pihak eksternal (orang tua, alumni, instansi, dan media massa) dan mengadakan komunikasi dengan memanfaatkan media informasi terkini dengan membuat halaman website untuk mempublikasikan aktivitas-aktivitas dan informasi-informasi tentang kebijakan madrasah.

BACA JUGA:   Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Madrasah Materi Pembinaan Pengelolaan Laboratorium

Dalam pelaksananaan evaluasi, evaluasi dilakukan melalui rapat internal dan juga rapat oordinasi antar kepala madrasah dan juga wakil kepala madrasah lainnya. Yang menjadi bahan evaluasi adalah evaluasi pencapaian tujuan dan evaluasi keterlaksanaan program. Evaluasi tersebut menentukan kegiatan. kehumasan kedepannya akan ada perubahan baru yang lebih kreatif dan inovatif, yang mana masih memberikan kontribusi yang baik bagi lembaga, masyarakat dan pihak-pihak yang terlibat dalam upaya mempertahankan citra positif madrasah dan pengembangan kinerja kehumasan di Madrasah.

Kepala madrasah sebagai supervisor di madrasah, sudah seharusnya memiliki kemampuan untuk mengevaluasi dan mensupervisi seluruh kegiatan hubungan madsyarakat madrasah setempat, dengan memperhatikan beberapa komponen yang diperlukan, diantaranya:

  1. Memiliki program kehumasan
  2. Bukupelaksanaan program kegiatan humas
  3. Melaksanakan evaluasi pelaksanaan program
  4. Menyusun RTL
  5. Buku notulen rapat
  6. Dokumen kegiatan humas
  7. Dokumen kerja dengan lintas sektoral
  8. Media informasi kegiatan kehumassan yang mendukung peningatan pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran di madrasah
  9. Menyediakan fasilitas informasi yang efisien, efektif, dan mudah diakses
  10. Mengembangkan komunikasi antarwarga madrasah di lingkungannya secara efisien dan efektif menggunakan media teknik dan komunikasi, siaran radio, tv lokal, stiker dan kalender, poster, perlombaan, leaflet, dialog langsung, home visit, pertisipasi dalam kegiatan masyarakat, dan penggunaan website atau blog.

Berdasarkan uraian di atas, maka madrasah Madrasah dapat terus menjaga citra positif dan meningkatkan hubungan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait, baik pihak internal maupun pihak eksternal madrasah dengan mensosialisasikan kebijakan-kebijakan madrasah dan memanfaatkan teknologi informasi terkini.

Pihak internal di lingkungan madrasah dapat meningkatkan manajemen hubungan sekolah dan masyarakat yang efektif antara madrasah dan masyarakat luas untuk membangun hubungan yang harmonis. Bidang Humas mampu meningkatkan manajemen yang lebih baik lagi mulai perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi yang dilakukannya.

BACA JUGA:   Instrumen Pengukuran Kinerja Guru Penyusunan RPP (Perencanaan Pembelajaran)

Dalam konteks pengawasan satuan pendidikan, dimensi perbaikan lebih ditonjolkan dibanding dimensi penilaian semata. Hal ini karena proses pendidikan tidak dapat disamakan dengan proses produksi barang/jasa dalam sebuah perusahaan atau penyelesaian pekerjaan pada sebuah proyek.

Pendidikan mengolah (mentransformasikan) manusia untuk berubah dan bertambah dari segi pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki, sehingga sifatnya lebih abstrak dan tidak mudah diukur secara utuh. Dengan demikian pengawasan yang dilakukan oleh pengawas pendidikan lebih bersifat pembinaan dan bimbingan yang ditujukan pada perbaikan pelaksanaan.

Meski pun demikian, dalam sebuah pengawasan tetap diperlukan adanya instrumen yang disusun dari standar atau kriteria yang ditetapkan. Justru dalam pendidikan yang abstrak itu, melalui instrumen pengawasan target penyelenggaraan dan pelaksanaan pendidikan menjadi observable dan measurable (dapat diamati dan diukur). Di sinilah diperlukan kemampuan pengawas satuan pendidikan untuk menyusun atau mengembangkan instrumen pengawasan sebagaimana dimaksud.

Pengawas profesional adalah pengawas sekolah yang melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial serta kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dengan optimal. Selain itu untuk meningkatkan profesionalisme pengawas sekolah maka perlu dilaksanakan pengembangan profesi secara berkelanjutan dengan tujuan untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks dan untuk lebih mengarahkan sekolah ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional yang efektif, efisien dan produktif.

Download Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Madrasah Materi Pembinaan Hubungan Masyarakat

Selengkapnya File Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Madrasah Materi Pembinaan Hubungan Masyarakat, dapat di Download melalui link di bawah ini:

Demikian, semoga bermanfaat.

Jika Bapak/Ibu ingin mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website kami, silakan dapat klik IKUTI pada halaman kami MIFJANAHGANDOL

Ingin mendapatkan Informasi Terbaru setiap hari dari kami, silakan>> 

Protected by Copyscape

By admin