MIFJANAHGANDOL – Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Madrasah Materi Pembinaan Administrasi Kesiswaan – Dalam pembinaan kesiswaan kepala sekolah mempunyai peranan sentral, karena berfungsi sebagai manager yang mampu menggerakkan sumber daya manusia lainsecara optimal, serta penyediaan sarana prasarana yang memadai, di samping menciptakan suasana yang mendukung keberhasilan pembinaan kesiswaan. Oleh karena itu kepala sekolah menunjuk urusan Kesiswaan dan Pembina OSIS untuk membantu dalam merealisasikan pembinaan terebut.

Administrasi kesiswaan merupakan salah satu bidang pekerjaan administrasi pendidikan. Dalam administrasi peserta didik atau kesiswaan ada berbagai kegiatan yang harus dikelola dengan baik agar proses belajar-mengajar di sekolah dapat berjalan dengan lancar, tertib dan teratur. Sehingga dapat mencapai apa yang menjadi tujuan pendidikan di sekolah. Pengelolaan administrasi kesiswaan mencakup kegiatan perencanaan kesiswaan, penerimaan siswa baru, pencatatan siswa dalam buku induk, pengelompokan siswa, kehadiran siswa di sekolah, tata tertib sekolah, mutasi, mengatur organisasi sekolah, kelulusan dan alumni, dan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Dalam pelaksanaan administrasi kesiswaan tersebut, kepala sekolah, dewan guru, dan staf tata usaha memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.

Administrasi bidang kesiswaan mencakup ruang lingkup pencatatan data dan pelaporan. Ditinjau dari segi pembinaan maupun segi penertiban administrasi, masalah pencatatan data dan pelaporan ini sangat penting. Keduanya sama penting dan saling berkaitan, dan untuk itu perlu disediakan format-format untuk menunjang pencatatan dan pelaporan tersebut. Pencatatan data berasal dari beberapa sumber yang diambil dari kegiatan pencatatan selama program pendidikan berlangsung.

Data dan informasi yang menggambarkan pertumbuhan dan perkembangan siswa baik perorangan maupun kelompok perlu dihimpun, dicatat dan diperlihara secara cermat dan teratur, sejak pertama kali siswa terdaftar di sekolah sampai siswa tersebut tamat sekolah. Rangkaian kegiatan menghimpun, mencatat dan memelihara data informasi mengenai siswa termasuk dalam bidang pelayanan ketata-usahaan sekolah. Rangkaian kegiatan ini tidak selamanya dikerjakan kepala sekolah tetapi ia melimpahkan sebagian pekerjaan ketata-usahaan kepada guru dan pegawai tata usaha. Ikut sertanya guru dalam hal mengerjakan urusan administrasi sekolah secara keseluruhan adalah wajar, karena administrasi kelas merupakan bagian yang tak terpisahkan daripada administrasi sekolah. Dengan demikian guru khususnya guru kelas dan wali kelas tidak dapat “melepaskan diri” dari urusan administrasi kelas dan sekolah, karena seorang guru sekolah dasar/menengah dan atas, pada hakekatnya adalah seorang “administrator pendidikan”.

BACA JUGA:   Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Madrasah Materi Pembinaan Administrasi Perpustakaan

Berdasarkan uraian di atas, maka kepala sekolah, kepala tata usaha dan guru bersama-sama petugas ketatausahaan lainnya memikul tanggung jawab dalam hal mengurusi adminitrasi kesiswaan khususnya dalam menghimpun, mencatat, memelihara data atau informasi seluruh aspek perkembangan siswa. Salah satu organisasi siswa adalah OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) yang resmi diakui dan diselenggarakan oleh sekolah atau madrasah. Dengan ini kegiatan siswa di bawah OSIS berkembang pesat seperti Rohis, Palang Merah Remaja (PMR), Pramuka, Kelompok Kajian Teknologi, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu agar organisasi yang ada ini berjalan dengan baik, maka pengaturannya perlu ditata sedemikian rupa agar sesuai dengan tujuan organisasi yaitu pengebangan pengetahuan dan kemampuan penalaran, pengembangan keterampilan dan pengembangan sikap, selaras dengan visi, misi dan tujuan sekolah.

Administrasi kesiswaan merupakan proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan siswa, pembinaan sekolah mulai dari penerimaaan siswa, pembinaan siswa berada di sekolah, sampai dengan siswa menamatkan pendidikannya mulai penciptaan suasana yang kondusif terhadap berlangsungnya proses belajar mengajar yang efektif.

Semua kegiatan administrasi kesiswaan pada akhirnya ditujukan untuk membantu peserta didik mengembangkan dirinya. Administrasi kesiswaan ini bukanlah dalam bentuk pencatatan data peserta didik saja, melainkan meliputi aspek yang lebih luas yang secara oprasional dapat digunakan untuk membantu kelancaran upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di sekolah.

Kepala Sekolah juga mempunyai tanggung jawab dalam Administrasi Kesiswaan. Administrasi Kesiswaan adalah administrasi kesiswaan yang dilakukan kepala sekolah dan waka kesiswaan dalam penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik dari mulai masuk sampai keluarnya peserta didik tersebut dari suatu sekolah. Administrasi kesiswaan bukan hanya berbentuk pencatatan data peserta didik melainkan meliputi aspek yang lebih luas yang secara operasional dapat membantu upaya pertumbuhan dari perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di sekolah.

BACA JUGA:   Download RPP 1 Lembar Kelas 2 Semester 1 Tema 1 Revisi 2022

Kaitannya dengan hal supervisi, kepala sekolah/madrasah harus menguasai bidang administrasi kesiswaan, untuk itu beberapa komponen yang harus disiapkan dalam upaya mendukung supervisi bidang administrasi kesiswaan diantaranya:

  1. Struktur Organisasi OSIS
  2. Menyusun Program OSIS
  3. Memiliki Buku (Jurnal) Kegiatan Ekstra kurikuler
  4. Memiliki Dokumen Kegiatan Ektra Kurikuler
  5. Ada Ruang OSIS
  6. Buku Inventaris OSIS
  7. Rencana Tindak Lanjut (RTL)
  8. Buku Tamu
  9. Laporan Kagiatan Bulanan
  10. Daftar Hadir Pembina Kegiatan Ekstrakurikuler

Dalam konteks pengawasan satuan pendidikan, dimensi perbaikan lebih ditonjolkan dibanding dimensi penilaian semata. Hal ini karena proses pendidikan tidak dapat disamakan dengan proses produksi barang/jasa dalam sebuah perusahaan atau penyelesaian pekerjaan pada sebuah proyek.

Pendidikan mengolah (mentransformasikan) manusia untuk berubah dan bertambah dari segi pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki, sehingga sifatnya lebih abstrak dan tidak mudah diukur secara utuh. Dengan demikian pengawasan yang dilakukan oleh pengawas pendidikan lebih bersifat pembinaan dan bimbingan yang ditujukan pada perbaikan pelaksanaan.

Meski pun demikian, dalam sebuah pengawasan tetap diperlukan adanya instrumen yang disusun dari standar atau kriteria yang ditetapkan. Justru dalam pendidikan yang abstrak itu, melalui instrumen pengawasan target penyelenggaraan dan pelaksanaan pendidikan menjadi observable dan measurable (dapat diamati dan diukur). Di sinilah diperlukan kemampuan pengawas satuan pendidikan untuk menyusun atau mengembangkan instrumen pengawasan sebagaimana dimaksud.

Pengawas profesional adalah pengawas sekolah yang melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial serta kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dengan optimal. Selain itu untuk meningkatkan profesionalisme pengawas sekolah maka perlu dilaksanakan pengembangan profesi secara berkelanjutan dengan tujuan untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks dan untuk lebih mengarahkan sekolah ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional yang efektif, efisien dan produktif.

BACA JUGA:   Edaran Hasil Seleksi Akademik PPG Dalam Jabatan bagi Guru Madrasah Tahun 2022

Download Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Madrasah Materi Pembinaan Administrasi Kesiswaan

Selengkapnya File Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Madrasah Materi Pembinaan Administrasi Kesiswaan, dapat di Download melalui link di bawah ini:

Demikian, semoga bermanfaat.

Jika Bapak/Ibu ingin mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website kami, silakan dapat klik IKUTI pada halaman kami MIFJANAHGANDOL

Ingin mendapatkan Informasi Terbaru setiap hari dari kami, silakan>> 

Protected by Copyscape

By admin