MIFJANAHGANDOL – Instrumen Pengukuran Kinerja Guru Penyusunan RPP (Perencanaan Pembelajaran) – Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu kali pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dalam silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai kompetensi dasar (KD).

Pendidikan merupakan salah satu sektor penting dalam kehidupan manusia, karena pendidikan akan terus ada dan berkembang sepanjang zaman.Pendidikan merupakan suatu proses untuk membantu individu dalam mencapai kedewasaan dan meningkatkan potensi yang dimilikinya sehingga individu tersebut menjadi manusia seutuhnya.

Berdasarkan Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 tentang SISDIKNAS (Sistem Pendidikan Nasional), terdapat tiga jalur layanan pendidikan yaitu pendidikan formal, nonformal, dan informal. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan diluar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Sedangkan pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan.

Sebagai lembaga formal, Sekolah/Madrasah memiliki tanggung jawab besar yang dibebankan kepada guru-gurunya agar dapat menghasilkan lulusan yang berkompeten dan unggul. Sehingga para guru perlu senantiasa mendapatkan bimbingan yang baik dari kepala sekolahnya. Guru merupakan komponen yang paling menentukan dalam sistem pendidikan. Secara keseluruhan, guru menentukan keberhasilan peserta didik terutama dalam proses belajar mengajar.

Dalam perannya sebagai guru, memiliki dua fungsi yaitu sebagai pendidik dan pengajar. Sebagai pengajar guru bertugas mengajarkan sejumlah pelajaran kepada peserta didik. Sedangkan sebagai pendidik, guru bertugas membimbing dan membina anak didik agar menjadi manusia susila yang cakap, aktif, kreatif, dan mandiri.

Seorang guru haruslah memiliki kinerja yang baik agar dapat menghasilkan generasi penerus bangsa yang kita harapkan. Kinerja guru dapat dilihat melalui aplikasi penilaian kinerja guru yang di isi oleh kepala sekolah dan lembar EDS yang di isi oleh masing-masing guru sebagai evaluasi diri. Untuk memaksimalkan kinerja guru tersebut perlu dilakukan upaya – upaya yang dapat memotivasi guru untuk menjadi lebih baik, salah satunya adalah dengan memaksimalkan peran serta kepala sekolah dalam upaya memberikan bantuan, perbaikan ataupun pembinaan terhadap kinerja guru dalam proses pembelajaran di kelas melalui supervisi.

BACA JUGA:   Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Madrasah Materi Pembinaan Administrasi Perpustakaan

Supervisi merupakan salah satu tugas kepala sekolah dalam membina guru melalui fungsi pengawasan. Pengawasan yang dilakukan oleh kepala sekolah pada intinya yaitu melakukan pembinaan, bimbingan untuk memecahkan masalah pendidikan termasuk masalah yang dihadapi guru secara bersamaan dan bukan mencari kesalahan guru. Suharsimi Arikunto (2004:5) mengemukakan bahwa, kegiatan pokok supervisi adalah melakukan pembinaan kepada sekolah dan kepala madrasah pada umumnya dan guru pada khususnya agar kualitas pembelajarannya meningkat.

Lemahnya kompetensi kepala sekolah/kepala madrasah dalam supervisi akan mempengaruhi kualitas lembaganya. Hal ini diperparah dengan kondisi jika guru yang ada tidak menyusun RPP, karena beberapa kepala sekolah/madrasah menyatakan sebagian guru menyerahkan tanggung jawab penyusunan RPP kepada operator. Selain itu, kepala madrasah juga tidak melakukan pembinaan karena merasa minder dengan guru yang sudah senior.

Menurut Muslich (2007: 53) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rancangan pembelajaran mata pelajaran perunit yang akan diterapkan guru dalam pembelajaran di kelas. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 41 tahun 2007, RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan pekembangan fisik serta psikologis peserta didik. Guru merancang RPP untuk setiap pertemuanyang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.

Komponen RPP yang merupakan aspek bahan supervisi adalah:

  1. Identitas mata pelajaran
    Identitas mata pelajaran meliputi satuan pendidikan, kelas, semester, program-program keahlian, mata pelajaran, jumlah pertemuan.
  2. Standar kompetensi
    Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.
  3. Kompetensi dasar
    Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.
  4. Indikator pencapaian kompetensi
    Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran.Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
  5. Tujuan pembelajaran
    Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai kompetensi dasar.
  6. Materi ajar
    Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
  7. Alokasi waktu
    Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar.
  8. Metode Pembelajaran
    Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata
    pelajaran.
  9. Kegiatan Pembelajaran
    a. Pendahuluan
    Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
    b. Kegiatan inti
    Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik.
    c. Penutup
    Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.
  10. Penilaian hasil belajar
    Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.
  11. Sumber belajar
    Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.
BACA JUGA:   Instrumen Pengukuran Kinerja Kepala Madrasah Materi Pembinaan Pengelolaan Sarana

Dalam konteks pengawasan satuan pendidikan, dimensi perbaikan lebih ditonjolkan dibanding dimensi penilaian semata. Hal ini karena proses pendidikan tidak dapat disamakan dengan proses produksi barang/jasa dalam sebuah perusahaan atau penyelesaian pekerjaan pada sebuah proyek.

Pendidikan mengolah (mentransformasikan) manusia untuk berubah dan bertambah dari segi pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki, sehingga sifatnya lebih abstrak dan tidak mudah diukur secara utuh. Dengan demikian pengawasan yang dilakukan oleh pengawas pendidikan lebih bersifat pembinaan dan bimbingan yang ditujukan pada perbaikan pelaksanaan.

Meski pun demikian, dalam sebuah pengawasan tetap diperlukan adanya instrumen yang disusun dari standar atau kriteria yang ditetapkan. Justru dalam pendidikan yang abstrak itu, melalui instrumen pengawasan target penyelenggaraan dan pelaksanaan pendidikan menjadi observable dan measurable (dapat diamati dan diukur). Di sinilah diperlukan kemampuan pengawas satuan pendidikan untuk menyusun atau mengembangkan instrumen pengawasan sebagaimana dimaksud.

Pengawas profesional adalah pengawas sekolah yang melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial serta kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dengan optimal. Selain itu untuk meningkatkan profesionalisme pengawas sekolah maka perlu dilaksanakan pengembangan profesi secara berkelanjutan dengan tujuan untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks dan untuk lebih mengarahkan sekolah ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional yang efektif, efisien dan produktif.

Download Instrumen Pengukuran Kinerja Guru Penyusunan RPP (Perencanaan Pembelajaran)

Selengkapnya File Instrumen Pengukuran Kinerja Guru Penyusunan RPP (Perencanaan Pembelajaran), dapat di Download melalui link di bawah ini:

 

Demikian, semoga bermanfaat.

Jika Bapak/Ibu ingin mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website kami, silakan dapat klik IKUTI pada halaman kami MIFJANAHGANDOL

Ingin mendapatkan Informasi Terbaru setiap hari dari kami, silakan>> 

BACA JUGA:   Download RPP 1 Lembar Kelas 5 Semester 2 Tema 6 Revisi 2022

Protected by Copyscape

By admin